Thursday, 9 January 2014

Game SimSE Rapid Prototyping

Halo teman-teman, hari ini saya mau share tentang teknik cara main game SimSE Rapid Prototyping Model. Game ini sangat seru apalagi bila kita mengerti cara bermainnya. Game ini merupakan simulasi pembuatan software menggunakan Rapid Aplication Development Prototyping Model. Berikut, merupakan teknik bermainnya. Check it out !!
Perlu kita diketahui bahwa dalam mengerjakan software dengan model RAD, semua pegawai turut bekerja dalam dalam setiap prosesnya. Mulai dari requirement, evaluasi, design, sampai koding. Jadi tidak ada pegawai yang menganggur.
Pertama, pilih dahulu bahasa prototyping dan implementasi. Kali ini saya memakai bahasa Visual Basic untuk prototyping. Dan Java untuk implementasi.
Lalu, pekerjakan seluruh pegawai untuk “Outline Requrements With Customers”. Lalu klik “next event”. Selanjutnya setelah seluruh pegawai selesai mendiskusikan requirement, pekerjakan semua pegawai untuk melakukan “develope prototype”. Pada saat melakukan developing, akan ada permintaan konsumen untuk melihat produk. Namun abaikan saja dahulu. Setelah selesai, lalu lakukan “have customer evaluate prototype”. Kembali dalam fase ini seluruh pegawai dikerahkan.
Setelah customer melakukan evaluasi, persentase requirement akan turun. Oleh karena itu, lakukan “developing prototype” kembali. Ulangi melakukan evalusasi dan “develope prototype” sampai tiga kali, supaya mantap.
Setelah itu, barulah lakukan “spesifikasi requirement”. Kembali diingatkan, dalam setiap tahap yang dikerjakan seluruh pegawai dipekerjakan tanpa kecuali. Dan semua pegawai mengerjakan setiap tahap secara bersama-sama.
Setelah selesai spesifikasi, barulah lakukan “design sistem”.
Setelah design sistem, lakukan implementasi.
Daaaaannnnn...

Tadaaaa

Saya mendapatkan skor 95 untuk Game SimSE Rapid Aplication Prototyping ini.


Berikut screenshoot nya :D

Bila anda berminat pada Game ini, anda dapat download pada link berikut: http://www.ics.uci.edu/~emilyo/SimSE/downloads.html


Sekian, dan terima kasih. :D


Wednesday, 18 December 2013

Game SimSe Incremental

Halo teman-teman, hari ini saya akan share tentang cara main game SimSe Incremental. Game yang lumayan seru, dan bikin penasaran. Game ini merupakan simulasi pengerjaan software dengan menggunakan model increamental. Jadi menurut teori kan, model increamental merupakan model yang dikerjakan secara bertahap. Mulai dari modul 1  sampai selesai. Nah, berikut adalah pengaplikasiannya pada game SimSe Incremental.

Pertama-tama, dalam memainkan game ini kita perlu untuk mengerti aturan bermainnya, mengenali kemampuan para pegawai, dan yang paling penting konsep dari model Incremental itu sendiri.
Nah. Dalam game ini tidak ada batas waktu ditentukan. Tidak perlu terlalu terburu-buru memainkannya. Dalam game ini, terdapat empat orang pegawai yang mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja yang berbeda-beda. Berikut ini merupakan deskripsi dari setiap pegawai yang ada dalam game ini.

  • AMY (Sang Professor). Saya menyebutnya sebagai profesor karena dia yang paling berperan dalam implementasi dan pembuatan kode (Coding).
  • BOB (Si Culun). Dari penampilannya memang terlihat culun dengan kacamata bulatnya. Namun dia adalah  designer handal. Untuk urusan desain mendesain, serahakan saja sama dia.
  • KARL (Pak Senior). Dengan pengalaman yang dimilikinya, KARL merupakan orang yang bisa diandalkan dalam segala hal.
  • LOLA (The Servant). Walaupun belum masih tergolong pemula, namun jangan ragukan kemampuan analisanya. Dia mempunyai kemampuan Risk Analysis dan Difficult Analysis yang setara dengan KARL seniornya, bahkan melebihi kemampuan analisa AMY dan BOB.
Berikut cara mainnya:
  1. Pertama-tama, kerjakan setiap modul secara berurutan mulai dari modul 1 sampai modul 4. Pekerjakan LOLA dan KARL untuk Requirement, AMY untuk Implement, dan BOB untuk Design.
  2. Dalam pengerjaan akan ada perubahan-perubahan yang dilakukan oleh konsumen. Untuk sementara, abaikan saja dahulu sampai semua pekerjaan selesai.
  3. Setelah LOLA dan KARL selesai Requirement, pekerjakan mereka untuk melakukan Risk Analysis dan Difficult Analysis untuk semua modul.
  4. Setelah AMY dan BOB selesai dengan pekerjaannya, sekarang saatnya untuk Evolve Code. Pekerjakan mereka untuk Evolve Code.
  5. Lalu setelah Evolve Code, pekerjakan BOB untuk Design modul.
  6. Begitu seterusnya sampai konsumen tidak cerewet lagi.
  7. Setelah selesai, Integrate modul 1, centang semua pegawai. Lalu serahkan produk ke konsumen.
Saya mendapatkan skor 99,75
Berikut screenshoot nya:

Bila anda berminat pada Game ini, anda dapat download pada link berikut: http://www.ics.uci.edu/~emilyo/SimSE/downloads.html

Sekian, dan terima kasih :D



Monday, 18 November 2013

Beri yang Terbaik Bagi Orang yang Terbaik

Halo kawan. Hari ini aku cuma mau share nih video yang aku dapet dari temen juga. Video ini  mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kekudusan hidup kita di hadapan Tuhan, supaya kita juga bisa memberikan yang terbaik bagi pasangan hidup kita kelak.

Jujur nih ya. Waktu aku nonton film ini, aku tersentuh. Aku sadar kalau aku juga masih sering jatuh dengan dosa pornografi. Aku pikir itu hal yang biasa, dan wajar. Namun itu ternyata tidak benar bro. Tuhan ingin kita menjaga kekudusan hidup kita, baik itu pikiran, maupun perbuatan. Dan Tuhan juga sudah menciptakan segala sesuatu itu sudah ada waktunya. Bahkan untuk kenikmatan yang satu ini pun, Tuhan sudah sediakan waktunya, dengan orang yang tepat pula.

Semoga video ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua. Gbu :)

Saturday, 16 November 2013

Akhirnyaa

Akhirnya bisa ngeblog jugaaa.
Laptop ku entah mengapa gak bisa ngebuka blogger, n aku sempet pasrah buat gak ngurusin blog aku. Tapi ternyata setelah aku cari di play store, ternyata aplikasi buat blog ada loh. Asik, android gue emang bisa diandalin.

Wednesday, 13 November 2013

Pasangan Hidup dan Motherboard

Hai kawan-kawan.. Hari ini aku mau share tentang suatu pengalaman dalam suatu kelas kuliah yang sangat menggugah hati saya. Sebenarnya kejadian ini saya alami hari sabtu yang kemarin. Namun karena sedikit masalah, postingan ini agak sedikit tertunda.

Kejadiannya begini nih. Sabtu lalu kan dosen ku menjelaskan tentang komponen-komponen motherboard pada komputer. Sampai pada suatu kalimat, dosen saya menjelaskan tentang komponen prosesor pada motherboard. Dia bilang: kalau prosesor itu harus dipasang sesuai dengan pasangan motherboard-nya masing-masing.
"Kalau bukan pasangannya, jangan dipaksa. Kalau dipaksa, nanti chipnya bisa patah atau rusak. Semua sudah ada pasangannya masing-masing". (Hendra Surasa, S.Kom) 
Begitu katanya. Yah, seketika itu juga pikiran saya langsung berpikir tentang pasangan hidup. Dan saya rasanya sih, ada benarnya juga sih. Kata-kata dosenku ini bisa dijadikan quotes yang nggak kalah sama quotes2nya om Mario Teguh.

Kalau bukan pasangannya, jangan dipaksa yaaa. Ntar bisa "patah" atau "rusak" lho.

#curhatanjomblomenanticinta

Tuesday, 12 November 2013

Model Proses Inkremental

Model proses inkremen merupakan suatu model yang menganalisa terlebih dahulu tujuan utama dari suatu software, dan kemudian membuat software sesuai kebutuhan utama dari konsumen terlebih dahulu. Lalu kemudian, dalam perjalanan software tersebut diluncurkan, secara bertahap kemampuan software tersebut ditambah, sesuai dengan permintaan konsumen. Sehingga dalam pembuatannya akan sangat menghemat waktu, dan dapat menghindari penundaan-penundaan yang tidak perlu, apalagi jika kebutuhan akan software tersebut sangat mendesak.

Model proses inkremen tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya. Apalagi jika si-pembuat software sudah paham betul dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang dibutuhkan hanyalah analisis dan desain software yang sudah mantap. Karena inilah yang dibutuhkan sebagai dasar dalam pengembangan software kedepannya.

Dalam model proses inkremen, analisis dan desain software nyaris tidak akan berubah dalam pengembangannya. Karena sejak awal memang model ini hanya bisa dilakukan bila kebutuhan akan software sudah terpaparkan dengan jelas. Nah, yang jadi masalah adalah apabila terjadi penambahan (upgrade) kemampuan yang bisa dikatakan sedikit melenceng dari desain awal yang telah ditetapkan. Penambahan kemampuan ini akan sulit diintegrasikan dengan desain awal yang sudah paten.




Menurut analisis saya, model inkremen ini sangat dibutuhkan di jaman yang serba cepat ini. Namun akan sangat sulit untuk memaparkan dengan rinci kebutuhan suatu software dengan skala besar. Sehingga, si-pembuat software mungkin akan menemui sedikit kesulitan dalam mengerjakan sebuah software dengan skala besar jika menggunakan model proses ini.

Adapun dalam proses kerjanya, model proses inkremen ini menurut saya merupakan model proses linear (waterfall) yang dilakukan terus-menerus, dalam setiap penambahannya. Bedanya dengan model waterfall, adalah analisis dan desain yang tidak dilakukan lagi, alias sudah mantap. Yang dalam proses kerjanya, analisis dan desain sudah terpapar dengan baik. Sehingga dalam setiap penambahan tidak akan mengubah model dari software tersebut.

Saya lalu mengambil sebuah asumsi pada salah satu aplikasi chating yang baru saja diluncurkan bagi pengguna Android. Peluncuran aplikasi ini menggunakan proses inkremen. Aplikasi yang diluncurkan baru sebatas dapat melakukan hal-hal mendasar yang biasa dilakukan, seperti chating, grup, dan multiple chat. Namun masih ada satu kelemahannya, yaitu tombol enter yang tidak dapat melakukan pindah baris, namun langsung mengirim pesan.

Demikianlah sedikit pemaparan saya mengenai model proses inkremen. Semoga sedikit banyak dapat menambah wawasan kawan-kawan sekalian. Bila ada kesalahan, mohon dikoreksi.

Thx, n God bless..

Refleksi: RPL, Tak Kenal maka Tak Sayang

Halo, pada malam hari menjelang subuh ini saya akan bercerita sedikit tentang suka duka selama saya belajar mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak di Kampus STMIK Kharisma.

Seperti kata pepatah: Tak kenal maka tak sayang. Begitu pun juga mata kuliah RPL menurut saya.

Rekayasa Perangkat Lunak. Dari namanya saja, saya sudah bingung. Apa itu rekayasa ? Apa itu perangkat lunak ? Seperti apa itu rekayasa perangkat lunak ? 
Maklum lah, sebagai mahasiswa yang kurang melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, saya jelas kurang mengerti dengan persoalan belanja mata kuliah. Jadi, dalam belanja mata kuliah saya kebanyakan mengikuti apa yang dipilih oleh teman-teman saya kebanyakan. Sehingga mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak menjadi suatu hal yang tabu bagi saya ketika itu. Namun, setelah melewati pertemuan demi pertemuan dalam mata kuliah ini, saya pelan-pelan mengerti akan maksud dari mata kuliah ini.

Pada awal pertemuan, saya sempat merasa bingung dengan mata kuliah ini. Apalagi, dengan lingkungan orang-orang yang sedikit lebih tinggi dibanding dengan level saya (waktu itu kelas kami digabung dengan mahasiswa TI semester 5). Namun untunglah ketika itu Pak Dosen membawakan mata kuliah dengan santai, dan penuh interaksi dengan kami sebagai mahasiswa. Sehingga saya bisa sedikit mengerti akan mata kuliah yang akan dibawakan ini.

Perlahan, sedikit demi sedikit saya mulai mengerti akan mata kuliah ini. Yang menjadi penghambat saya dalam mempelajari mata kuliah ini sebenarnya hanya penggunaan bahasa yang terlalu rumit, sehingga sulit untuk dimengerti. Bagi saya, jika kita mampu memahami dan membahasakannya menjadi bahasa yang lebih sederhana, mata kuliah RPL bukanlah suatu hal yang mesti ditakuti. Setelah saya mengenal RPL, saya lalu merasa bahwa mata kuliah ini adalah mata kuliah yang menarik untuk dipelajari. Ternyata, RPL tidak sesulit yang dibayangkan.

Sekian, dan terima kasih.. Gbu all friends  :))